PART I
Aku
tersentak mendengar lengkingan khas dari handphone ku dan bergegas mencari
sumber suara yang sangat tidak membuat telinga nyaman itu. Aku memang sengaja
memilih nada norak untuk alarm ku, karena rasa tidak nyaman di telinga pasti
akan membuatku langsung terbangun untuk mematikannya.
Sudah
pukul 03.00 dini hari!
Aku
mengedarkan pandangan. Sudah berapa lamakah aku tertidur telungkup di depan
laptop? Minggu ini aku benar-benar harus tunggang langgang dikejar deadline. Hingga untuk tidurpun tak
biasa kunikmati dengan sempurna. Setengah enggan ku usap wajahku dan beringsut
keluar kamar menuju dapur. Mendadak tenggorokanku sangat kering rasanya. Ku
buka lemari pendingin di dapur, kuambil sekaleng jus lychee dan langsung menenggaknya setengah bagian. Ketika akan
kembali ke kamar untuk memulai jadwal harian pukul 03.00 ku; menulis, kulihat
pintu kamar kakakku agak sedikit terbuka dengan nyala lampu yang terang
benderang. Tumben Kak Raya jam segini
sudah bangun? Perasaanku mengatakan aku harus mendekati kamar itu. Mendadak
jantungku berdegub keras saat kuraih hendel pintunya dan kudorong untuk
membukanya. Aku terkesiap melihat betapa berantakannya kamar itu dan satu
kenyataan yang harus kuhadapi: kakakku tak ada di kamarnya!
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar